Pola lisan umum setara dengan 'Pantas saja..., ternyata...'. Digunakan saat pembicara baru menyadari alasan di balik sesuatu dan tidak lagi merasa heran.
Pola lisan umum yang berarti 'paling sedikit ada...', 'setidaknya mencapai...'. Digunakan untuk memperkirakan jumlah atau frekuensi secara konservatif.
Ungkapan lisan yang diikuti nama, sebutan, atau ucapan orang lain untuk menyatakan ketidaksenangan, teguran ringan, atau candaan akrab ('Dasar kamu...').
Pola lisan yang berarti 'hal yang lebih besar/gawat masih ada di belakang!'. Menandakan bahwa apa yang terjadi baru permulaan saja.
Pola perbandingan lisan yang bermakna 'A punya...-nya sendiri, B juga punya...-nya sendiri'. Menekankan perbedaan objektif dan keunikan masing-masing pihak.