Menunjukkan pilihan tegas setelah mempertimbangkan dua opsi: rela menanggung kerugian demi tujuan utama, atau lebih baik memilih yang kurang menyenangkan daripada sesuatu yang sama sekali tak dapat diterima.
Menunjukkan pemanfaatan situasi atau waktu yang menguntungkan sebelum peluang itu hilang ('mumpung...', 'selagi...').
Menggambarkan tindakan memaksa diri menahan rasa enggan, takut, atau tertekan untuk melakukan sesuatu ('menguatkan hati', 'terpaksa menelan pil pahit').
Menyingkirkan kasus yang lebih ekstrem untuk menegaskan bahwa hal yang biasa sekalipun mengalami hal yang sama ('Jangankan..., bahkan... pun...').
Digunakan dalam kalimat retoris untuk menegaskan bahwa sesuatu sama sekali tidak perlu dilakukan ('Mengapa harus...?').
Menunjukkan bahwa sekali suatu kondisi terjadi, maka hasil tertentu pasti akan menyusul ('Begitu..., maka...').