Kata penghubung yang berarti 'mengenai', 'perihal', 'adapun tentang'. Mengarahkan perhatian ke aspek lain yang berbeda dari hal sebelumnya.
Pola perincian lisan yang berarti 'pertama-tama..., yang kedua..., dan yang ketiga...'. Menyusun berbagai alasan atau kelebihan secara teratur.
Frasa kata bantu bilangan yang melukiskan hamparan luas suatu pemandangan, warna, atau suasana (misal: hamparan putih salju, lautan hijau).
Akhiran bahasa percakapan yang melekat pada kata sifat/kerja bersuku kata satu untuk menyatakan rasa tidak nyaman atau tersiksa yang amat sangat (misal: pengap sekali, lapar bukan main).
Ungkapan sehari-hari yang berfungsi sebagai predikat, berarti 'banyak sekali', 'berlimpah ruah', 'tidak terhitung jumlahnya'.
Ungkapan percakapan yang berarti 'itu memang benar', 'masuk akal juga'. Menunjukkan persetujuan setelah mendengar penjelasan pihak lawan.
Kata keterangan yang berarti 'bagaimanapun juga', 'pada akhirnya', 'setelah semua ditimbang'. Menekankan fakta hakiki yang tidak terbantahkan.